Fermentasi tepung ampas tahu dengan cairan mikroorganisme mix. Sebagai bahan baku pakan

  • surianti suarianti Program Studi Ilmu Perikanan, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang. Sidrap, Sulawesi Selatan
  • Haryati Tandipayuk Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Ilmu Perikanan Universitas Hasanuddin
  • Siti Aslamyah Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Ilmu Perikanan Universitas Hasanuddin
Keywords: Fermentasi, kecernaan bahan kering, mikroorganisme mix

Abstract

Ampas tahu adalah limbah industri pembuatan tahu yang dapat digunakan sebagai bahan pakan. Namun pemanfaatan ampas tahu masih rendah, karena serat kasar yang tinggi, kecernaan yang rendah, asam amino yang rendah dan memiliki sifat yang cepat basi dan berbau. Penelitian ini bertujuan menentukan dosis dan periode inkubasi mikroorganisme mix. yang tepat dalam menghidrolisis bungkil tahu. Penelitian didesain menggunakan pola faktorial dalam rancangan acak lengkap dengan 2 faktor, yaitu dosis mikroorganisme mix. (10, 15 dan 20 mL/100 g tepung ampas tahu) dan periode fermentasi (3, 6 dan 9 hari) pada suhu ruang. Hasil analisis ragam menunjukkan dosis mikroorganisme mix. tepung ampas tahu berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap kecernaan bahan organik, namun tidak berpengaruh terhadap kecernaan bahan kering,  sedangkan periode inkubasi  berpengaruh nyata terhadap kecernaan  bahan  kering, namun tidak berpengaruh terhadap bahan organik.  Kecernaan nilai tertinggi yang dihasilkan pada periode fermentasi 6 hari (55,65 ± 0,30%) dan terendah pada periode fermentasi 3 hari (51,59 ± 0,85%).  sedangkan  nilai tertinggi yang dihasilkan pada dosis  mikroorganisme  mix. 6 mL (54,23 ± 0,42%) dan terendah pada dosis mikroorganisme mix. 3 mL (50,3 ± 0,45%).

 

Published
2020-04-29
Section
Articles