KELAYAKAN FINANSIAL USAHATANI KEDELAI KECAMATAN RANDANGAN

  • Indriana Indriana Universitas Ichsan Gorontalo
Keywords: Kedelai, Keuntungan, Kelayakan Usahatan

Abstract

Tanaman kedelai memiliki potensi dan prospek yang baik untuk diusahakan, karena tanaman ini relatif mudah dibudidayakan. Selain itu permintaan terhadap produksi kedelai terus meningkat baik untuk kebutuhan pangan maupun untuk industri. Provinsi Gorontalo usahatani kedelai  tersebar di beberapa Kabupaten, salah satunya Kabupaten Pohuwato yang juga merupakan sentra produksi kedelai di Provinsi Gorontalo. Di Kabupaten Pohuwato sendiri yang paling banyak mengusahakan kedelai yaitu di Kecamatan Randangan.

Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data cross section yaitu data yang menggambarkan keadaan pada satu waktu tertentu. Sumber data pada penelitian ini berupa data primer dan sekunder. Dalam pelaksanaannya, akan dilakukan observasi langsung, wawancara kepada petani sampel. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Randangan Kabupaten Pohuwato. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 30 orang petani.

 Analisis data dilakukan secara deskriptif dan kuantitatif. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis keuntungan dan analisis kelayakan dengan menggunakan kriteria penilaian yaitu R/C ratio dan break event poin (BEP).

Hasil penelitiaan menunjukkan bahwa keuntungan yang diperoleh petani dalam berusahatani kedelai di Kecamatan Randangan adalah sebesar Rp. 6.148.962/petani.Usahatani kedelai layak dikembangkan, karena :

  • − Produksi kedelai di daerah penelitian adalah 1587 kg/petani dan telah melampaui masing-masing titik impas (BEP) volume produksi yaitu sebesar 839 kg/petani.
  • − Harga kedelai di daerah penelitian adalah sebesar Rp. 7.520/kg, telah melampaui titik impas (BEP) harga produksi sebesar Rp. 4.512/kg

Nilai R/C pada usahatani wortel di daerah penelitian sebesar 1,75. Dimana R/C ≥ 1.

Published
2019-04-03
Section
Articles