PENGARUH PANDEMI COVID 19 TERHADAP TINGKAT PERUBAHAN HARGA SAYURAN LOKAL DAN IMPOR PADA DAERAH TERPAPAR DAN DAERAH TIDAK TERPAPAR

  • Sumarni B. Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Siti Khadijah Yahya Hiola Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Makassar Jln. Sultan Alauddin No. 259 Makassar 90221
  • Rasdiana Mudatsir Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Makassar Jln. Sultan Alauddin No. 259 Makassar 90221
  • Ardi Rumallang Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Makassar Jln. Sultan Alauddin No. 259 Makassar 90221
Keywords: Covid 19, Harga, Sayuran Lokal, Impor

Abstract

Covid 19 atau corona virus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pandemi covid 19 berpengaruh terhadap harga sayuran lokal dan impor, serta menganalisis besarnya tingkat perubahan dan perbedaan harga yang disebabkannya pada daerah terpapar dan daerah tidak terpapar. Populasi penelitian ini adalah pedagang pengecer yang berjualan sayuran lokal dan impor pada daerah terpaparĀ  di kota Makassar (Kec. Rappocini dan Kec. Tamalate, serta pedagang pengecer yang berjualan sayuran lokal dan impor pada daerah tidak terpapar di Kabupaten Jeneponto (Kec. Kelara dan Kec. Rumbia). Hasil Penelitian menunjukkan pengaruh pandemi covid 19 pada daerah tidak terpapar: (1) sulit bagi pedagang untuk mendistribusikan sayur-sayuran lokal ke daerah yang menjadi tujuan pemasaran, terutama pada daerah-daerah yang terpapar covid 19, dan (2) sulit mendapatkan pasokan sayuran impor karena bawang putih merupakan sayuran impor yang dibeli pedagang di Kota Makassar, daerah yang menjadi salah satu Zona Merah di Sulawesi Selatan. Sedangkan untuk daerah terpapar pengaruhnya adalah (1) sulit mendapatkan pasokan sayuran lokal dan sayuran impor karena Kota Makassar merupakan daerah Zona Merah, sehingga akses keluar masuk kota Makassar dibatasi. (2) pasokan sayuran yang ada sulit dipasarkan karena tingginya pasien covid 19 dan adanya PSBB sehingga masyarakat takut untuk keluar rumah meskipun untuk berbelanja. Tingkat perubahan dan perbedaan harga yang terjadi pada daerah tidak terpapar covid 19 untuk komoditi kol, tomat, dan wortel mengalami penurunan rata-rata harga, masing-masing sebesar Rp. 7.500/kg, Rp. 5.333/kg, Rp. 6.333/kg, sedangkan komoditi lombok biji, bawang merah dan bawang putih mengalami kenaikan masing-masing sebesar Rp. 6.500/kg, Rp. 23.000/kg, Rp. 6.000/kg. Dan pada daerah terpapar covid 19 komoditi tomat, wortel dan bawang merah mengalami penurunan masing-masing sebesar Rp. 8.200/kg, Rp. 4.100/kg, Rp. 56.900/kg, sedangkan kol, lombok biji dan bawang putih mengalami kenaikan masing-masing sebesar Rp. 680/kg, Rp. 1.200/kg, Rp. 18.400/kg.

Published
2020-11-29
Section
Articles