ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA MENGGUNAKAN FASE POLYA DI TINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT TIPE CAMPERS

  • Universitas Muhammadiyah Sorong
  • Universitas Muhammadiyah Sorong
  • Universitas Muhammadiyah Sorong
Keywords: Pemecahan masalah, media, Campers, Adversity Quotient

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematis siswa menggunakan langkah-langkah polya ditinjau dari Adversity Quotient (AQ) tipe campers. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian ditentukan melalui pemberian Angket AQ dan penelitian ini dilakukan di kelas X-A SMA Negeri 3 Kota Sorong dengan subjek berjumlah 2 siswa.Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode tes, metode wawancara tak terstruktur yang dilakukan kepada subjek yang telah terpilih dan metode dokumentasi. Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan subjek dengan tipe campers pada soal yang di berikan cenderung dapat menentukan syarat cukup dan syarat perlu dalam memahami masalah, dapat menentukan keterkaitan syarat cukup dan syarat perlu dalam tahap menyusun rencana pemecahan masalah, dapat menyelesaikan masalah dengan langkah-langkah yang benar dan tepat, namun cenderung belum dapat menggunakan informasi yang sudah ada untuk memeriksa kembali jawaban yang di peroleh

References

Ain, Q., Kusmayadi, T. A., & Usodo, B. (2017). The Efectiveness of Numbered Heads Together With Guided Discovery Learning and Jigsaw Ii With Guided Discovery Learning Viewed From Adversity Quotient. The 1st Education and Language International Conference Procedings Center for International Language Development of Unissula, 655–664.
Albert, L. R., & Kim, R. (2013). Developing Creativity Through Collaborative Problem Solving. Journal of Mathematics Education at Teachers College, 4, 32–38.
Anggraini, L., Siroj, R. A., & Putri, R. I. I. (2010). Penerapan Model Pembelajaran Investigasi Kelompok untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas VIII-4 SMP Negeri 27 Palembang. Jurnal Pendidikan Matematika,4, 33-44.
Anwar, Z. (2017). Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Aljabar Siswa Kelas VII SMP Negeri 6 Kota Sorong. Jurnal Noken: Ilmu-Ilmu Sosial, 2(1), 10-13.
Anwar, Z., & Arsyad, R. B. (2019). Profil Kemampuan Siswa SMP dalam Memecahkan Masalah Matematika Open-Ended Berdasarkan Kemampuan Prasyarat Tinggi. Qalam: Jurnal Ilmu Kependidikan, 7(2), 107-114.
Ardiyanto, D., Budiyono, & Usodo, B. (2016). Eksperimentasi Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL), Team Assisted Individualization (TAI) Dan Student Teams Achivement Divisions (STAD) Dengan Pendekatan Saintifik Terhadap Pemahaman Konsep Dan Ketrampilan Komputasi Matematika Ditinjau Dari Ad. Jurnal Elektronik Pembelajaran Matematika, 4(5), 510–524.
Azwar, S. (2015). Penyusunan Skala Psikologi Edisi 2. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Baraké, F., El-rouadi, N., & Musharrafieh, J. (2015). Problem Solving at the Middle School Level : A Comparison of Different Strategies. Journal of Education and Learning, 4(3), 62–70. http://doi.org/10.5539/jel.v4n3p62
Dahar, R. W. (1989). Teori-Teori Belajar. Jakarta: Erlangga.
Depdiknas. (2006). Lampiran peraturan Menteri pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi. Retrieved January 1, 2016, from http://www.bsnp-indonesia.org/id/wp-content/uploads/isi/Standar_Isi.pdf
Dewanti, S. S. (2011). Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa Bangsa Melalui Pemecahan Masalah. Prosiding Seminar Nasional Matematika, 29–37.
Fauziah, I. N. L., Usodo, B., & Ekana, H. (2013). Proses Berpikir Kreatif Siswa Kelas X dalam Memecahkan Masalah Geometri Berdasarkan Tahapan Wallas ditinjau dari Adversity Quotient (AQ) Siswa. Jurnal Pendidikan Matematika Solusi, 1(1), 75–89.
Ganesha. (2014). Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan. Mimbar PGSD Universitas Pendidikan Ganesha.
Gunantara, G., Suarjana, I. M., & Riastini, P. N. (2014). Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas V. MIMBAR PGSD, 2(1).
Haryani, D. (2011). Pembelajaran Matematika Dengan Pemecahan Masalah. Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan Dan Penerapan MIPA, 121–126.
Hidayat, E. T., Kusmayadi, T. A., & Riyadi. (2016). Eksperimentasi Model Pembelajaran Numbered Head Together (NHT) Dan Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) Dengan Pendekatan Saintifik Pada Materi Operasi Aljabar Ditinjau Dari Adversity Quotient (AQ) Siswa Kelas VIII SMP Negeri Di Surakarta Tahun Pel. Jurnal Elektronik Pembelajaran Matematika, 4(4), 390–400.
Ikhsan, M., & Rizal, S. (2014). Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Disposisi Matematis Siswa. Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Maslalah Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Disporsisi Matematis Siswa. http://doi.org/10.1039/b908937c
Isvina, W. Y., Sugiarti, T., & Kurniati, D. (2015). Proses Berpikir Kreatif dalam Memecahkan Masalah Sub Pokok Bahasan Trapesium Berdasarkan Tahapan Wallas Ditinjau dari Adversity Quotient ( AQ ) Siswa Kelas VII-C SMP Negeri 1 Jember. Artikel Ilmiah Mahasiswa, 1(1), 1–7.
Jihad, A., & Haris, A. (2008). Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Multi Pressindo.
Kerkman, D. D., & Johnson, A. T. (2014). Challenging Multiple-Choice Questions to Engage Critical Thinking. A Journal of Scholarly Teaching, 9, 92–97. Retrieved from http://search.ebscohost.com/login.aspx?direct=true&db=eue&AN=101574386&site=ehost-live
Kriel, C. (2013). Creating a Disposition for Critical Thinking in The Mathematcs Classroom. Proseding of the 2nd Biennial Conference of the South African Society for Enginering Education, (Cape Town), 11—12 June 2013.
Leader, L. F., & Middleton, J. A. (2004). Promoting Critical-Thinking Dispositions by Using Problem Solving in Middle School Mathematics. RMLE Online: Research in Middle Level Education, 28(1), 13. http://doi.org/10.1080/19404476.2004.11658174
Lee, K. H., & Sriraman, B. (2011). Conjecturing via reconceived classical analogy. Educational Studies in Mathematics, 76(2), 123–140.
Meliyani. (2013). Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika. Jurusan Matematika Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Medan.
Miles, M.B., & Huberman, A.M. (2009). Analisi Data Kualitatif. Jakarta: UI Press.
NCTM. (2000). Principles and standards for school mathematics (Reston, VA). The National Council of Teachers of Mathematics, Inc.
Polya, G. (1973). To Solve It (A New Aspect of Mathematical Method). New Jersey: Priceton University Press.
Puspendik. (2016). Laporan Hasil Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2015/2016. Balitbang-Kemendiknas.
Rosita, D., & Rochmad. (2016). Analisis Kesalahan Siswa Dalam Pemecahan Masalah Ditinjau Dari Adversity Quotient Pada Pembelajaran Creative Problem Solving. Unnes Journal of Mathematics Education Research (UJMER), 5(2), 106–113. Retrieved from http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ujmer
Santos, M. C. J. (2012). Assessing the effectiveness of the adapted adversity quotient program in a special education school. International Refereed Research Journal, 3(4), 13–24.
Sari, C. K., Sutopo, & Aryuna, D. R. (2016). The Profile o f Students ’ Thinking in Solving Mathematics Problems Based on Adversity Quotient. Journal of Research and Advances in Mathematics Education, 1(1), 36–48.
Septiana, W., Mardiyana, & Sri, S. (2014). Eksperimentasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament Dengan Pendekatan Realistic Mathematics Education Pada Materi Pokok Persamaan Dan Pertidaksamaan Linier Satu Variabel Ditinjau Dari Adversity Quotient Siswa Kelas VII SMP Negeri Se-K. Jurnal Elektronik Pembelajaran Matematika, 2(3), 291–300.
Setiadi, H., Mahdiansyah, Rosnawati, R., Fahmi, & Afiani, E. (2012). Kemampuan Matematika Siswa SMP Indonesia : Menurut Benchmart Internasional TIMSS 2011. Jakarta (Vol. 13). Pusat Penilain Pendidikan Badan Penelitian Dan Pengembangan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
Stolts, P. G. (1997). Adversity Qoutient : turning obstacles into opportunities, 1997.
Ulfa, N. F., Kusmayadi, T. A., & Sujadi, I. (2016). Eksperimentasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) Dan Think Talk Write (TTW) Pada Materi Fungsi Ditinjau Dari Adversity Quotient Siswa Kelas VIII SMP Negeri Se-Kabupaten Boyolali Tahun Pelajaran 2015/2016. Jurnal Elektronik Pembelajaran Matematika, 4(10), 898–911.
Ventakesh, J., Shivaranjini, G., Thenmozhi, S., Balasubramanie, P., & Gandhi, S. M. (2014). Adversity quotient and resilient HR culture: A success strategy for organizations. International Journal of Scientific Research and Management (IJSRM), 2(8), 1236–1240.
Wicaksana, H., Mardiyana, & Usodo, B. (2016). Eksperimentasi Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Dan Discovery Learning (DL) Dengan Pendekatan Saintifik Pada Materi Himpunan Ditinjau Dari Adversity Quotient (AQ) Siswa. Jurnal Elektronik Pembelajaran Matematika, 4(3), 258–269.
Yani, M., Ikhsan, M., & Marwan. (2016). Proses Berpikir Siswa Sekolah Menengah Pertama Dalam Memecahkan Masalah Matematika Berdasarkan Langkah-Langkah Polya Ditinjau dari Adversity Quotient. Jurnal Pendidikan Matematika, 10(1), 42–48.
Yanti, A. P., & Syazali, M. (2016). Analisis Proses Berpikir Siswa Dalam Memecahkan Masalah Matematika Berdasarkan Langkah-Langkah Bransford Dan Stein Ditinjau Dari Adversity Quotientsiswa Kelas X Man 1 Bandar Lampung Tahun. Al-Jabar, 7(1), 108–122.
Yuwono, A. (2010). Profil Siswa SMA dalam Memecahkan Masalah Matematika Ditinjau dari Tipe Kepribadian. (Thesis) Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Published
2021-08-21
Section
Articles